ENDE,ntt-investigasi.com – Pihak manajemen Yayasan Arruman Mat Sabah selaku pengelola SPPG Potulando menunjukkan komitmen moral yang tinggi dalam menangani insiden dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 11 siswa SDK St. Theresia Ende 3 pada Senin (11/5) lalu.
Tidak hanya sekadar memantau, pihak Yayasan secara sadar menyatakan tanggung jawab penuh atas biaya pengobatan hingga proses pemulihan para siswa.
PIC Yayasan Arruman Matsabah, PD Indrianto Pramantara, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan para siswa adalah prioritas utama saat ini.
Sebagai bentuk tanggung jawab konkret, yayasan mendampingi orangtua dan para siswa serta melunasi seluruh biaya administrasi dan perawatan medis di tiga fasilitas kesehatan yang berbeda.
“Untuk biaya administrasi maupun perawatan, baik di RSUD Ende, RS Muhammadiyah, hingga klinik, semuanya kami tanggung sepenuhnya. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami atas apa yang dialami anak-anak,” ujar Indrianto saat ditemui di kediamannya, Rabu (13/5).
Total terdapat 11 siswa yang ditangani, dengan rincian 6 siswa di RSUD Ende, 4 siswa di RS Muhammadiyah, dan 1 siswa di Klinik Martin Depores Ponegoro.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







