Tanggung jawab yayasan tidak berhenti di meja administrasi rumah sakit. Pihak manajemen juga aktif melakukan kunjungan door-to-door ke rumah para siswa yang telah dipulangkan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka benar-benar pulih.
Dalam kunjungan tersebut, pihak yayasan membawa “buah tangan” berupa vitamin dan buah-buahan seperti anggur, jeruk, dan susu. Langkah ini diambil untuk memberikan dukungan moril sekaligus mempercepat masa pemulihan siswa.
Selain itu, gunamenunjukkan keseriusan dalam menjaga kualitas program MBG ke depan, Yayasan Arruman Mat Sabah mengambil keputusan besar dengan menghentikan sementara seluruh aktivitas distribusi makanan di 14 titik mulai Selasa (12/5).
“Kami pilih fokus pada kesembuhan anak-anak terlebih dahulu. Selain itu, kami sedang melakukan evaluasi internal yang menyeluruh, baik di tingkat yayasan maupun di manajemen SPPG Potulando,” tambah Indrianto.
Indrianto juga memastikan akan intens melakukan sosialisasi secara humanis bagi guru dan siswa untuk melakukan pencegahan dini sebelum mengkonsumsi menu yang diterima nantinya.
Menutup keterangannya, Indrianto secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh orang tua siswa dan keluarga besar SDK St. Theresia Ende 3 atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan dari insiden ini.
Langkah responsif dan transparan yang ditunjukkan Yayasan Arruman Matsabah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai standar tanggung jawab pengelola dalam menjalankan program strategis nasional seperti Makanan Bergizi Gratis.
Saat ini, semua pihak masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ende untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Sementara salah seorang orang tua murid dari Siswa SDK St. Theresia Ende 3, berinisial SL mengaku terkejut dengan kejadian itu, sebab menurut pengamatannya menu yang disiapkan pihak pengelola belakangan cukup bagus dan higienis.
Dia berharap kejadian itu menjadi evaluasi dan pembelajaran bagi pihak pengelola agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari/***
Penulis: Tedja Rango
Editor: Redaksi
Halaman : 1 2







