ENDE, NTTInvestigasi.com – Gagal panen menghantui Petani di Desa Tou Timur, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende NTT, usai banjir pada 28 April 2026 yang merendam tanaman padi milik mereka.
Menanggapi musibah itu, Anggota DPRD Kabupaten Ende, Thomas Aquino Batha, melayangkan desakan keras kepada Pemerintah Daerah untuk segera bersikap.
Kepada media ini, Kamis (7/05/2026) Thomas mengaku prihatin atas nasib warga yang kini terjepit kesulitan ekonomi akibat gagal panen massal tersebut. Dia bahkan terjun langsung ke lokasi sebanyak dua kali.
Katanya, luapan kali merendam sedikitnya 100 hektar persawahan. Dari jumlah tersebut, 50 hektar dipastikan rusak total dan tidak dapat diselamatkan.
“Padi yang terendam banjir itu rasanya sudah berubah, tidak layak konsumsi apalagi dijual. Di Dusun Mulawatu Baru, padi adalah napas ekonomi warga. Jika panen gagal, dari mana mereka mendapat uang untuk biaya sekolah anak dan kebutuhan hidup?” ujar Thomas.
Politisi Nasedem ini mendesak, perhatian serius dari Pemkab Ende dengan mendistribusikan bantuan cadangan beras pemerintah sebagai solusi jangka pendek. Pasalnya, padi milik warga yang tersisa sudah membusuk dan tidak layak konsumsi.
Selain itu, dia juga mendesak agar Bupati Ende segera mengalokasikan anggaran khusus untuk normalisasi kali dan pembangunan bronjong.
“Kejadian ini bukan baru kali ini, tapi sudah rutin terjadi selama kurang lebih tiga tahun. Saya berharap tahun ini Pemda segera eksekusi anggaran untuk normalisasi dan brojongnisasi. Jangan biarkan masyarakat terus dihantui banjir setiap kali hujan turun,” tegasnya.
Penulis : Tedja Rango
Editor : Redaksi






