Kejari Ende Tingkatkan Status Dugaan Korupsi di Dinas PK, Tersangka Belum Ditetapkan

Avatar photo

- Editor

Rabu, 9 September 2026 - 19:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Ende Billquis Kamil Arasy, S.H., M.Kn/foto:Tim

Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Ende Billquis Kamil Arasy, S.H., M.Kn/foto:Tim

Ende, nttinvestigasi. com- Dugaan Korupsi Pengadaan Barang Dan Jasa di dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Ende tahun 2024, yang ditangani Kejaksaan Negeri resmi beralih status.

Berawal dari laporan adanya dugaan Korupsi pada proyek rehabilitasi ruang kelas SDK Wolokota, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, NTT, kasus itu, kini dalam pengmbangkan oleh pihak kejaksaan dari penyelidikan dan beralih ke tahapan penyidikan.

Kepada nttinvestigasi.com, di kantor Kejaksaan Negeri Ende, Selasa 8 September 2026, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasih Pidsus), Billquis Kamil Arasy membenarkan adanya peningkatan status tersebut.

“Kasus tersebut sudah naik ke tahapan penyidikan sejak akhir bulan Juni 2026 lalu, namun kita masih terus menggali, memeriksa saksi – saksi dan terus mendalami data – datanya” Terang Billquis.

Lanjutnya, perkembangan kasus yang bermula dari Kasus SDK Wolokota membuka peluang untuk menghadirkan banyak saksi yang diperiksa, serta banyak data yang harus kembali didalami.

Sedangkan untuk penetapan tersangkanya pihaknya belum dapat menyampaikan karena masih dalam proses pengembangan.

Sementara, Kepala Seksi Intel Kejari Ende, Gede Dewangga Prahasta Dyatmika membeberkan hingga saat ini sebanyak enam belas orang sudah diperiksa sebagai saksi yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di dinas PK pada tahun anggaran 2024.

“Siapa saja yang sudah diperiksa kami belum bisa sampaikan karena proses pengembangan terus berjalan” Tegas Dewangga.

Dewangga juga menjelaskan bahwa pihak kejaksaan tidak tinggal diam dalam proses hukum saat ini.

Namun sebagai bentuk penghormatan kepada hak asasi manusia atas kejadian bencana gempa Flores, segala proses masih menyesuaikan (red:dipending) hingga masa tanggap darurat bencana berakhir dan pihaknya akan kembali melanjutkan pemeriksaan saksi – saksi lain yang dibutuhkan.

Penulis : Teja Rango
Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dapat Dukungan Penuh Levico Butik, Pria Asal Ende Raih Gelar Juara Putra Pariwisata Indonesia 
Pembangunan Jalur Treakking Diduga Dikorupsi, Masyarakat Desa Woloara Laporkan Ke Inspektorat Dan Kejari Ende
Bupati Ende ; Secanggi Apapun Sistem Teknologi Perhubungan, Integritas Manusia Tetap Menjadi Ujung Tombak
Diduga Korupsi Bantuan Kapal Ikan Untuk  Pemda Ende, Oknum Pejabat Kemensos Ditetapkan Tersangka
Rayakan HARHUBNAS Ke 55 Tahun, Dinas Perhubungan Ende Gelar Kegiatan Donor Darah
Dinas Perhubungan, Dan Sejumlah Instansi Pemerintah Bersihkan Sampah Sepanjang Pantai Ende Nda’o
Peringati Hari Perhubungan Nasional, Sejumlah OPD Di Ende Dan Lembaga Vertikal Gelar Jalan Sehat Bersama
Jelang HARHUBNAS, Dishub Ende Dan NTT Berkolaborasi Gelar Sejumlah Kegiatan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:06 WITA

Dapat Dukungan Penuh Levico Butik, Pria Asal Ende Raih Gelar Juara Putra Pariwisata Indonesia 

Jumat, 18 September 2026 - 14:51 WITA

Pembangunan Jalur Treakking Diduga Dikorupsi, Masyarakat Desa Woloara Laporkan Ke Inspektorat Dan Kejari Ende

Kamis, 17 September 2026 - 12:46 WITA

Bupati Ende ; Secanggi Apapun Sistem Teknologi Perhubungan, Integritas Manusia Tetap Menjadi Ujung Tombak

Rabu, 16 September 2026 - 04:00 WITA

Diduga Korupsi Bantuan Kapal Ikan Untuk  Pemda Ende, Oknum Pejabat Kemensos Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 12 September 2026 - 08:36 WITA

Dinas Perhubungan, Dan Sejumlah Instansi Pemerintah Bersihkan Sampah Sepanjang Pantai Ende Nda’o

Berita Terbaru