80 Tahun Belum Merdeka Dari Akses Jalan, Warga Desa di Ende Terpaksa Bertaruh Nyawa

Avatar photo

- Editor

Minggu, 17 Agustus 2025 - 08:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE,ntt-investigasi.com– Delapan dekade sudah Indonesia merayakan kemerdekaan pasca penjajahan. Namun, kemerdekaan itu belum sepenuhnya beriringan dengan pembangunan sarana dan prasarana, khususnya jalan darat yang menjadi akses utama penghubung antar wilayah.

Di Kabupaten Ende, jalan darat masih menjadi “imajinasi” bagi sebagian masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah selatan. Ketimpangan pembangunan infrastruktur ini berlangsung bertahun-tahun, karena lebih sering dipengaruhi kepentingan politik ketimbang perencanaan kebutuhan masyarakat.

Kisah dari Desa Nila dan Kekasewa

Beberapa desa di Kecamatan Ndona, seperti Desa Nila dan Kekasewa, menjadi contoh nyata lambannya pembangunan jalan darat. Meski Republik ini sudah 80 tahun merdeka dan bupati berganti berkali-kali, kedua desa ini tetap belum merasakan akses jalan raya yang layak.

Satu-satunya jalur menuju dua desa tersebut hingga kini hanya lewat laut. Kondisi ini membuat masyarakat harus bertaruh nyawa setiap kali bepergian ke pusat kota Ende, apalagi saat laut sedang bergelombang besar dan angin kencang.

“Selama ini warga terpaksa memakai jalur laut meski alam tidak bersahabat. Itulah satu-satunya akses jika ingin cepat tiba di Ende untuk menjual hasil pertanian maupun kebutuhan lainnya,” ungkap Kepala Desa Nila, Alexsander Sado, kepada nttinvestigasi.com, Sabtu (16/8/2025).

Penulis : Redaksi NTT Investigasi

Berita Terkait

Targetkan PON 2028, PERTINA Ende Utus 4 Petinju di Ajang Piala Rektor UPGRI 1945 Kupang​
Mentri Sosial Gus Ipul Apreasiasi Antusias Masyarakat NTT Dalam Merayakan Harla Pancasila
RUPS Bank NTT; Ini Agenda Penting 21 Kepala Daerah Se NTT
Pasca Insiden MBG di SDK St. Theresia Ende 3, Yayasan Arruman Mat Sabah Tunjukkan Tanggung Jawab Penuh dan Minta Maaf
Bupati Ende Pastikan Bronjong di Tou Timur Rampung Tahun Ini
Petani Tou Timur Gagal Panen, Thomas Desak Respon Cepat Pemda
Puluhan Hektar Sawah Terendam Banjir, Kades Tou Timur Desak Respon Cepat Pemkab dan Pemprov
Pemblokiran Tempat Usaha Tindakan Tidak Benar; Bupati Minta Polres Ende Selesaikan
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:15 WITA

Targetkan PON 2028, PERTINA Ende Utus 4 Petinju di Ajang Piala Rektor UPGRI 1945 Kupang​

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:50 WITA

Mentri Sosial Gus Ipul Apreasiasi Antusias Masyarakat NTT Dalam Merayakan Harla Pancasila

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:24 WITA

RUPS Bank NTT; Ini Agenda Penting 21 Kepala Daerah Se NTT

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:50 WITA

Pasca Insiden MBG di SDK St. Theresia Ende 3, Yayasan Arruman Mat Sabah Tunjukkan Tanggung Jawab Penuh dan Minta Maaf

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:03 WITA

Petani Tou Timur Gagal Panen, Thomas Desak Respon Cepat Pemda

Berita Terbaru

Kantor Utama Bank NTT/Foto: Istimewa

Daerah

RUPS Bank NTT; Ini Agenda Penting 21 Kepala Daerah Se NTT

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:24 WITA