ENDE, ntt-investigasi.com–Sejumlah agenda penting dibahas dalam pertemuan Kepala Daerah Se NTT selaku pemegang saham Bank NTT.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang bertempat di Aula Hotel Flores Mandiri, Kabupaten Ende, pada Jumat (15/05/2026) ini pertemuan itu dibuka langsung Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP).
Bersama jajaran Direksi Bank NTT Kepala Daerah (Bupati dan Penjabat Bupati/Wali Kota) dari 22 kabupaten/kota di NTT ini, fokus membahas agenda utamayaitu pertanggungjawaban Direksi dan Dewan Komisaris atas tahun buku 2025.
Salah satu poin penting yang tidak lepas dari fokus pada kepala daerah itu, adalah penetapan pembagian laba bersih (dividen).
Dalam pembahasan nantinya, mereka akan menyepakati alokasi dividen yang sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) masing-masing.
Pembahasan juga berlanjut pada rencana tambahan setoran modal untuk tahun buku 2026 guna memperkuat struktur permodalan bank NTT sesuai standar OJK.
Di lain sisi, ke isu-isu transformasi organisasi juga dibahas bersama. Hal yang paling menonjol adalah pembahasan perubahan Bank NTT, dari Bank Pembangunan Daerah menjadi Perseroda (Perusahaan Perseroan Daerah).
RUPS LB kali ini juga mengevaluasi struktur pengurus dan memantau progres pencalonan pengurus baru guna memastikan keberlanjutan manajemen yang profesional.
Gubernur Laka Lena yang diemui awak media usai membeberkan penilaiannya atas kinerja direksi bank NTT ssetahun terakhir.
Kata dia, Sejauh ini direksi Bank NTT telah melaksanakan tugas dan tanggungjawab secara baik. Pihaknya bersama segenap kepala daerah selaku pemegang saham terus memantau laporan secara transparan.
Pantauan media, rapat masih berlangsung secara tertutup untuk membahas agenda internal dan penetapan kebijakan strategis bank untuk tahun mendatang/***







