Dugaan Mega Korupsi di Dinas PK Ende NTT

Avatar photo

- Editor

Sabtu, 1 November 2025 - 20:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Dinas PK Ende

Kantor Dinas PK Ende

752 Paket diduga bermasalah, Pembayaran Fiktif Terkuak di Proyek Sekolah

ENDE,NTTINVESTIGASI.COM- Aroma busuk dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan dinas Pendidikan dan kebudayaan (PK) Kabupaten Ende NTT, kian menyengat.

Investigasi mendalam yang dilakukan media ini terhadap kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Tahun Anggaran 2024 dengan total 752 paket mengungkap sejumlah temuan serius yang mengarah pada penyimpangan masif.

Data LPSE pada kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di tahun anggaran 2024 di Dinas ini, rincian dari 752 paket itu di antaranya, pengadaan barang: 185 paket, Pekerjaan Konstruksi: 187 paket dan Jasa Konsultasi: 380 paket (terdiri dari Perencanaan: 190 paket dan Pengawasan: 190 paket).

Baca Juga:  Buntut Pernyataan Bupati, Calon PPPK Ancam Gelar Aksi Besar di Kantor Bupati

Dugaan demikian diperkuat dengan Informasi yang dihimpun nttinvestigasi.com pada November 2025 dari laporan hasil revieu oleh inspektorat kabupaten Ende.

Hasil revieu dimaksud menyimpulkan bahwa proses PBJ di dinas terkait “tidak sepenuhnya dilaksanakan secara benar dan baik yang mengindikasikan adanya kelemahan tata kelola hingga dugaan pelanggaran prinsip pengadaan.

​Secara garis besar, temuan tersebut menyoroti beberapa poin krusial yang menguatkan dugaan korupsi seperti 329 paket yang diketahui tidak dilakukan dengan mekanisme sebagaimana mestinya.

Selain itu juga terdapat rencana umum pengadaaan (RUP) barang dan jasa yang tidak diumumkan secara tertib dalam artian melampaui batas waktu pengumuman sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Aroma Dugaan KKN Dinas PK Ende Menguat, Pejabat Pengadaan Mengaku Tidak Menyiapkan Dokumen PL

Tidak hanya terbatas pada hal tersebut namun juga ditemukan proses pengadaan barang/jasa melalui metode pemilihan pengadaan langsung yang tidak dilakukan secara online. Bahkan terdapat pengajuan pembayaran dan realisasi pembayaran atas pekerjaan pengadaan barang dan jasa yang tidak dikerjakan.

Dari total akumulasi temuan tersebut, proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDK Wolokota Kecamatan Ndona menjadi salah satu kasus yang paling mencuat ke publik dan diyakini menjadi bukti konkret adanya dugaan penyelewengan.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Berjamaah; Mantan Kadis PK Ende “Amnesia”
Dua RSUD di Maumere Ketiadaan Dokter Obgyn, Pasien “Terpaksa” Rujuk Ke luar Daerah
Buntut Pernyataan Bupati, Calon PPPK Ancam Gelar Aksi Besar di Kantor Bupati
Nasib PPPK Kabupaten Ende Belum Pasti; Bupati Ragu Mampu Membayar
Hasil Review Inspektorat di Dinas PK Ende; Bupati Tidak Ingin Bahayakan Diri Sendiri
KLAKKI Siapkan Bantuan Hukum Gratis Bagi Masyarakat Terdampak Pengembangan Geothermal di Flores NTT
Polemik Hutang Pemda 49 Miliar, Kajari Ende; Ada Dugaan Penyimpangan, Namun Belum Terindikasi Korupsi 
Proyek SDK Wolokota, Rekanan Kembalikan Uang; Pemerintah Menolak
Berita ini 398 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:09 WITA

Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Berjamaah; Mantan Kadis PK Ende “Amnesia”

Sabtu, 1 November 2025 - 20:20 WITA

Dugaan Mega Korupsi di Dinas PK Ende NTT

Selasa, 28 Oktober 2025 - 22:17 WITA

Dua RSUD di Maumere Ketiadaan Dokter Obgyn, Pasien “Terpaksa” Rujuk Ke luar Daerah

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:40 WITA

Buntut Pernyataan Bupati, Calon PPPK Ancam Gelar Aksi Besar di Kantor Bupati

Senin, 6 Oktober 2025 - 09:00 WITA

Nasib PPPK Kabupaten Ende Belum Pasti; Bupati Ragu Mampu Membayar

Berita Terbaru