Maumere,nttinvestigasi.com – Ketiadaan dokter Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) di RSUD dr. T.C. Hillers dan RSU St. Gabriel Kewapante berdampak buruk pada pelayanan kesehatan kewanitaan. Pasalnya, dokter yang seharusnya melayani khusus pasien wanita, baik dari kehamilan, manipouse serta persoalan reproduksi kewanitaan tidak berada di tempat karena berbagai alasan.
Alasan tersebut disampaikan oleh Plt kepala dinas kesehatan kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat dikonfirmasi media, Selasa 28 Oktober 2025, malam.
Menurutnya, dokter yang menangani Obstetri, dan Ginekologi lagi mengalami kedukaan
“Dokter Obgyn sedang mengalami kedukaan, mama mantu atau mama meninggal. Tidak mungkin kita paksakan. Makanya dalam rapat tadi saya keluarkan surat itu” tulisnya saat dikonfirmasi media lewat pesan WhatsApp
Karena alasan tersebut, dinas kesehatan terpaksa mengalihkan seluruh pasien rujukan maternal dari puskesmas – puskesmas sekabupaten Sikka ke luar daerah
Terkait itu, dinas kesehatan sudah mengeluarkan surat edaran, tertanggal 28 Oktober 2025, dengan nomor : Dinkes. Yankes/2169/X/2025, perihal Pemberitaan Pelayanan Rujukan. Dalam surat tersebut, pihak dinas mengarahkan agar pasien maternal merujuk keluar daerah, seperti RSUD Aeramo, dan RSUD Ende
Selain lokasi rujukan, pihak dinas juga menyediakan tim rujukan guna melakukan kordinasi dan membantu pelayanan rujukan emergency dan efektif keluar daerah.
Diketahui hingga saat ini, sejak adanya surat edaran tersebut terdapat 3 pasien yang merujuk ke RSUD Ende.
Sampai malam ini sudah tiga pasien kita rujuk ke Ende. Mudah-mudahan satu dua hari ini, beliau (dokter yang berduka) selesai kedukaan untuk bantu kita,” harap Petrus.
Selain itu, dokter lainnya, dr. Lidya, juga sedang mengambil izin keluar selama tiga hari. Petrus berharap ada koordinasi dan bantuan timbal balik antar dokter di RSUD Hillers/***
Penulis : Tim
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Narasi NTT.Com










