Dua RSUD di Maumere Ketiadaan Dokter Obgyn, Pasien “Terpaksa” Rujuk Ke luar Daerah

Avatar photo

- Editor

Selasa, 28 Oktober 2025 - 22:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maumere,nttinvestigasi.com – Ketiadaan dokter Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) di RSUD dr. T.C. Hillers dan RSU St. Gabriel Kewapante berdampak buruk pada pelayanan kesehatan kewanitaan. Pasalnya, dokter yang seharusnya melayani khusus pasien wanita, baik dari kehamilan, manipouse serta persoalan reproduksi kewanitaan tidak berada di tempat karena berbagai alasan.

Alasan tersebut disampaikan oleh Plt kepala dinas kesehatan kabupaten Sikka, Petrus Herlemus saat dikonfirmasi media, Selasa 28 Oktober 2025, malam.

Menurutnya, dokter yang menangani Obstetri, dan Ginekologi lagi mengalami kedukaan

“Dokter Obgyn sedang mengalami kedukaan, mama mantu atau mama meninggal. Tidak mungkin kita paksakan. Makanya dalam rapat tadi saya keluarkan surat itu” tulisnya saat dikonfirmasi media lewat pesan WhatsApp

Baca Juga:  Hasil Review Inspektorat di Dinas PK Ende; Bupati Tidak Ingin Bahayakan Diri Sendiri

Karena alasan tersebut, dinas kesehatan terpaksa mengalihkan seluruh pasien rujukan maternal dari puskesmas – puskesmas sekabupaten Sikka ke luar daerah

Terkait itu, dinas kesehatan sudah mengeluarkan surat edaran, tertanggal 28 Oktober 2025, dengan nomor : Dinkes. Yankes/2169/X/2025, perihal Pemberitaan Pelayanan Rujukan. Dalam surat tersebut, pihak dinas mengarahkan agar pasien maternal merujuk keluar daerah, seperti RSUD Aeramo, dan RSUD Ende

Selain lokasi rujukan, pihak dinas juga menyediakan tim rujukan guna melakukan kordinasi dan membantu pelayanan rujukan emergency dan efektif keluar daerah.

Baca Juga:  Akses Toko Diblokir Material Batu, Pengusaha di Ende Polisikan Pelaku

Diketahui hingga saat ini, sejak adanya surat edaran tersebut terdapat 3 pasien yang merujuk ke RSUD Ende.

Sampai malam ini sudah tiga pasien kita rujuk ke Ende. Mudah-mudahan satu dua hari ini, beliau (dokter yang berduka) selesai kedukaan untuk bantu kita,” harap Petrus.

Selain itu, dokter lainnya, dr. Lidya, juga sedang mengambil izin keluar selama tiga hari. Petrus berharap ada koordinasi dan bantuan timbal balik antar dokter di RSUD Hillers/***

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Narasi NTT.Com

Berita Terkait

Akses Toko Diblokir Material Batu, Pengusaha di Ende Polisikan Pelaku
Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Berjamaah; Mantan Kadis PK Ende “Amnesia”
Dugaan Mega Korupsi di Dinas PK Ende NTT
Buntut Pernyataan Bupati, Calon PPPK Ancam Gelar Aksi Besar di Kantor Bupati
Nasib PPPK Kabupaten Ende Belum Pasti; Bupati Ragu Mampu Membayar
Hasil Review Inspektorat di Dinas PK Ende; Bupati Tidak Ingin Bahayakan Diri Sendiri
KLAKKI Siapkan Bantuan Hukum Gratis Bagi Masyarakat Terdampak Pengembangan Geothermal di Flores NTT
Polemik Hutang Pemda 49 Miliar, Kajari Ende; Ada Dugaan Penyimpangan, Namun Belum Terindikasi Korupsi 
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:36 WITA

Akses Toko Diblokir Material Batu, Pengusaha di Ende Polisikan Pelaku

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:09 WITA

Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Berjamaah; Mantan Kadis PK Ende “Amnesia”

Sabtu, 1 November 2025 - 20:20 WITA

Dugaan Mega Korupsi di Dinas PK Ende NTT

Selasa, 28 Oktober 2025 - 22:17 WITA

Dua RSUD di Maumere Ketiadaan Dokter Obgyn, Pasien “Terpaksa” Rujuk Ke luar Daerah

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:40 WITA

Buntut Pernyataan Bupati, Calon PPPK Ancam Gelar Aksi Besar di Kantor Bupati

Berita Terbaru

Breaking News

Akses Toko Diblokir Material Batu, Pengusaha di Ende Polisikan Pelaku

Sabtu, 28 Mar 2026 - 21:36 WITA