Buntut Pernyataan Bupati, Calon PPPK Ancam Gelar Aksi Besar di Kantor Bupati

Avatar photo

- Editor

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perekrutan Tahap 2 dan Paruh Waktu yang terus dilakukan, sementara nasib Tahap 1 masih terkatung-katung, dinilai sebagai lelucon birokrasi.​

“Ini terkesan lucu. Kalau tahu kita tidak punya uang, tapi kita paksa diri untuk terus merekrut pegawai? Sebenarnya apa tujuannya?” tambahnya​.

Desakan Pertanggungjawaban dan Ancaman Aksi Besar

Mereka mengaku, merasa jenuh dan bosan karena harus menunggu tanpa kepastian, sementara kabupaten-kabupaten tetangga di Flores sudah menyelesaikan proses penerimaan SK.

Keterlambatan ini menimbulkan kekhawatiran serius akan pembatalan status PPPK yang telah mereka raih melalui proses seleksi yang panjang.​

“Kami sudah ikuti semua mekanisme dan proses. Sekarang nasib kami belum jelas. Jangan sampai kami dibatalkan menjadi pegawai PPPK hanya karena kelalaian Pemda dalam masalah administrasi dan keuangan,” tegasnya. ​

Baca Juga:  Pencairan Dana Proyek Sekolah di Ende Sudah Dilakukan Tapi Fisik Nol Persen Hingga Akhir Tahun; Siapa yang Salah?

Mewakili seluruh calon PPPK yang resah, ia mendesak agar Bupati Ende segera mencari solusi dan jalan keluar terbaik bagi semua tahapan.​

“Kami berharap Pak Bupati bisa memberikan pernyataan yang menenangkan dan menguatkan, bukannya memicu keresahan. Kami butuh solusi segera, bukan kepasrahan,” pintanya.

Tak tanggung -tanggung, ​mereka memberi tenggat waktu yang singkat, yakni 3 hingga 4 hari ke depan, untuk mendapatkan kejelasan dan kabar baik.

Baca Juga:  Proyek SDK Wolokota, Rekanan Kembalikan Uang; Pemerintah Menolak

Jika tidak ada respons positif, dia memastikan bahwa mereka akan menggelar aksi besar di kantor daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kelalaian Pemda.​

“Jika sampai hal itu terjadi, kami pastikan akan ribut besar di kantor daerah. Karena itu bukan kesalahan kami, melainkan kelalaian dari Pemda, dan Pemda harus bertanggung jawab penuh,” Imbuhnya.

​Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten Ende untuk segera menanggapi keresahan massa PPKK dan mencari solusi pendanaan agar proses penerbitan SK dapat dituntaskan secepatnya.

Penulis : Teja Rango

Editor : Fidel Dari

Berita Terkait

Puluhan Hektar Sawah Terendam Banjir, Kades Tou Timur Desak Respon Cepat Pemkab dan Pemprov
Agen BRILink di Lembata Raup Keuntungan, Layani Ratusan Transaksi Tiap Bulan
Tolak Permintaan Kapolres Untuk Menemui Pendemo, Bupati Ende Sebut PMKRI Profokator
Pengerjaan Jalan Aspal Di Kampung Gubernur NTT Diduga Asal Jadi
Akses Toko Diblokir Material Batu, Pengusaha di Ende Polisikan Pelaku
Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Berjamaah; Mantan Kadis PK Ende “Amnesia”
Dugaan Mega Korupsi di Dinas PK Ende NTT
Dua RSUD di Maumere Ketiadaan Dokter Obgyn, Pasien “Terpaksa” Rujuk Ke luar Daerah
Berita ini 1,489 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:01 WITA

Puluhan Hektar Sawah Terendam Banjir, Kades Tou Timur Desak Respon Cepat Pemkab dan Pemprov

Jumat, 17 April 2026 - 19:16 WITA

Agen BRILink di Lembata Raup Keuntungan, Layani Ratusan Transaksi Tiap Bulan

Senin, 13 April 2026 - 11:18 WITA

Tolak Permintaan Kapolres Untuk Menemui Pendemo, Bupati Ende Sebut PMKRI Profokator

Sabtu, 28 Maret 2026 - 21:36 WITA

Akses Toko Diblokir Material Batu, Pengusaha di Ende Polisikan Pelaku

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:09 WITA

Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Korupsi Berjamaah; Mantan Kadis PK Ende “Amnesia”

Berita Terbaru