Ende,NTTInvestigasi.com – Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda bersikeras menolak bertemu masa aksi dari Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende yang menggelar aksi penolakan penertiban kawasan sempadan Ndao.
Badeoda bahkan menyebut masa aksi dari PMKRI sebagai profokator terkait aksi tersebut, kendati Kapolres Ende meminta dirinya untuk menerima kedatangan masa aksi.
Kendati demikian, Badeoda menegaskan tetap menerima perwakilan masyarakat Ndao sebagai warganya.
“Saya mendapat wa dari Kapolres bilang untuk terima mereka, saya tidak mau terima Profokator.
Kalau ada Rakyat Ndao yang datang perwakilan saja, kalau ada rakyat Ndao itu rakyat saya, rakyatnya kami, rakyatnya saya dalam hal bupati” Ungkapnya saat memberi arahan kepada Sat Pol PP dan Dinas Perhubungan.Senin (13/04/2026).
“Kalau perwakilan suruh masuk tapi PMKRI tidak, itu saya anggap Profokator, kalau rakyat Ndao datang perwakilannya masuk, nanti saya dengan wakil bupati yang bicara” Tambahnya.
Orang nomor satu di Ende itu, juga mempertanyakan lokasi demonstrasi yang akan digelar di Gedung Ine Pare. Karenanya dia memerintahkan dinas perhubungan untuk mencegah hal tersebut.
“Saya juga bingung demo buat apa disana (Gedung Ine Pare) kalau sifatnya ini, teror atau apa? tidak ada urusan, jadi saya sebenarnya memerintahkan dinas perhubungan mencegah tidak ada hal yang perlu didemo disana” Tutur Badeoda.
Dia lantas mempersilahkan masa aksi untuk berdemo di luar pagar halaman kantor daerah.
“Sebagai pimpinan saya memerintahkan dishub untuk mencegah, dan menjaga Ine Pare, tidak boleh ada yang masuk, tidak boleh ada mengganggu di sana, demo saja didepan sini.
Di sana juga ada anak anak yang lagi sekolah di belakangnya. Jangan sampai Demontrasi mengganggu mereka, itu tidak pada tempatnya, kalau demo depan kantor daerah silahkan” Tegasnya.
Selain itu, Badeoda juga mengingatkan masa aksi untuk tidak menggelar demonstrasi di Rujab karena merupakan ruang privasi.
“Tidak boleh ada yang masuk kalian tunggu di luar pintu. Sama juga di rujab tunggu di luar, tidak boleh ada yang demo di sana kalau di sana sudah banyak sekali keluarga itu biar saja, jangan sampai ada yang mendekat di sana karena itu sudah ruang privasi” Imbuhnya.
Sementara Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata, saat dikonfirmasi media ini, mengatakan pihaknya hanya menjalankan tugas sebagai penjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Saya bertindak tegas dalam menjalankan tugas, dengan semaksimal mungkin demi keamanan dan kenyamanan serta ketertiban masyarakat dengan semua cara, termasuk berkomunikasi dan berkordinasi dengan bupati.
“Kalau soal pengamanan kami akan mengamankan aksi ini sesuai dengan surat pemberitahuan, sampai hari jumat” Tegas Kapolres.
Informasi yang dihimpun media ini, PMKRI Ende kembali menggelar aksi serupa hingga hari jumat mendatang.
Di beberapa titik ruas jalan protokol menuju kantor Bupati Ende, tampak aparat bersiaga untuk melaksanakan pengamanan/***
Penulis : Teja Rango
Editor : Redaksi








