Miris, Ibu Melahirkan Dilayani Dengan Buruk di PKM Ria Raja; Ini Kronologisnya

Avatar photo

- Editor

Kamis, 11 Juli 2024 - 19:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE,ntt-investigasi.com- Masyarakat pengunjung Puskesmas Ria Raja, di Kecamatan Ende, Kabupaten Ende NTT, menilai pelayanan yang diberikan manajemen puskesmas ini, sangat buruk.

Hal itu, disampaikan Yulius F. Mari kepada ntt-invsetigasi melalui pesan whassappnya, Kamis ( 11/7/2024).Yulius menguraikan, kejadian bermula ketika dia mendampingi keluarga (adiknya) yang hendak bersalin.

Kata Yulius, tindakan yang dilakukan para bidan di puskesmas Ria Raja sangat tidak masuk akal, lantaran pasien (adiknya),yang hendak melahirkan malah disuruh agar ke dokter untuk USG, dan para bidan sendiri justru bingung dengan posisi bayi.

Baca Juga:  Konser Penutup Bupati Ende Cup, Penonton Kecewa Meski Pemasukan Capai Rp1 Miliar

Dia mengaku sangat kwatir apabila ibu hamil yang siap malahirkan pada waktunya dipaksa keluar untuk USG dan tidak diambil tindakan segera untuk membuat Rujukan ke rumah sakit.

“Saya sangat kecewa dengan pelayan para Bidan di puskesmas Ria Raja, bukan mau menolong malah di suruh keluar untuk dilakukan USG”,tulisnya.

Baca Juga:  Proyek SDK Wolokota, Rekanan Kembalikan Uang; Pemerintah Menolak

Menurut dia, seharusnya ketika mengetahui kondisi ibu hamil yang tidak normal pihak puskesmas yang bertugas segera membuat rujukan ke rumah sakit agar mendapat tindakan dengan peralatan medis yang lengkap.

“Saya merasa aneh, ko tidak buat proses rujukannya padahal sudah waktunya, kalau merasa tidak bisa tangani jangan menjadikan manusia menjadi kelinci percobaan, yang berdampak pada resiko yang besar dan terjadi meninggal dunia,” Tulisnya lagi.

Berita Terkait

UNIFLOR Ende Gelar “Symphony Natal”: Paduan Suara dan Donor Darah Dibalut Semangat Toleransi
Amankan ETMC, Dishub Ende Kerahkan 45 ASN; Siap Tambah Kekuatan di Babak 16 Besar
Dua RSUD di Maumere Ketiadaan Dokter Obgyn, Pasien “Terpaksa” Rujuk Ke luar Daerah
HUT ke 80; RRI Ende Gelar Aksi Penghijauan Daerah Aliran Sungai
80 Tahun Belum Merdeka Dari Akses Jalan, Warga Desa di Ende Terpaksa Bertaruh Nyawa
Gandeng Masyarakat Polres Ende Kibarkan Bendera Merah Putih di Bukit Kezimara
Konser Penutup Bupati Ende Cup, Penonton Kecewa Meski Pemasukan Capai Rp1 Miliar
Hasil Review Inspektorat di Dinas PK Ende; Bupati Tidak Ingin Bahayakan Diri Sendiri
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Desember 2025 - 19:19 WITA

UNIFLOR Ende Gelar “Symphony Natal”: Paduan Suara dan Donor Darah Dibalut Semangat Toleransi

Selasa, 18 November 2025 - 09:11 WITA

Amankan ETMC, Dishub Ende Kerahkan 45 ASN; Siap Tambah Kekuatan di Babak 16 Besar

Selasa, 28 Oktober 2025 - 22:17 WITA

Dua RSUD di Maumere Ketiadaan Dokter Obgyn, Pasien “Terpaksa” Rujuk Ke luar Daerah

Kamis, 4 September 2025 - 14:09 WITA

HUT ke 80; RRI Ende Gelar Aksi Penghijauan Daerah Aliran Sungai

Minggu, 17 Agustus 2025 - 08:46 WITA

80 Tahun Belum Merdeka Dari Akses Jalan, Warga Desa di Ende Terpaksa Bertaruh Nyawa

Berita Terbaru