752 Paket diduga bermasalah, Pembayaran Fiktif Terkuak di Proyek Sekolah
ENDE,NTTINVESTIGASI.COM- Aroma busuk dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan dinas Pendidikan dan kebudayaan (PK) Kabupaten Ende NTT, kian menyengat.
Investigasi mendalam yang dilakukan media ini terhadap kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Tahun Anggaran 2024 dengan total 752 paket mengungkap sejumlah temuan serius yang mengarah pada penyimpangan masif.
Data LPSE pada kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di tahun anggaran 2024 di Dinas ini, rincian dari 752 paket itu di antaranya, pengadaan barang: 185 paket, Pekerjaan Konstruksi: 187 paket dan Jasa Konsultasi: 380 paket (terdiri dari Perencanaan: 190 paket dan Pengawasan: 190 paket).
Dugaan demikian diperkuat dengan Informasi yang dihimpun nttinvestigasi.com pada November 2025 dari laporan hasil revieu oleh inspektorat kabupaten Ende.
Hasil revieu dimaksud menyimpulkan bahwa proses PBJ di dinas terkait “tidak sepenuhnya dilaksanakan secara benar dan baik yang mengindikasikan adanya kelemahan tata kelola hingga dugaan pelanggaran prinsip pengadaan.
Secara garis besar, temuan tersebut menyoroti beberapa poin krusial yang menguatkan dugaan korupsi seperti 329 paket yang diketahui tidak dilakukan dengan mekanisme sebagaimana mestinya.
Selain itu juga terdapat rencana umum pengadaaan (RUP) barang dan jasa yang tidak diumumkan secara tertib dalam artian melampaui batas waktu pengumuman sesuai ketentuan yang berlaku.
Tidak hanya terbatas pada hal tersebut namun juga ditemukan proses pengadaan barang/jasa melalui metode pemilihan pengadaan langsung yang tidak dilakukan secara online. Bahkan terdapat pengajuan pembayaran dan realisasi pembayaran atas pekerjaan pengadaan barang dan jasa yang tidak dikerjakan.
Dari total akumulasi temuan tersebut, proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDK Wolokota Kecamatan Ndona menjadi salah satu kasus yang paling mencuat ke publik dan diyakini menjadi bukti konkret adanya dugaan penyelewengan.
Penulis : Tim
Editor : Redaksi













