Selain itu, akibat dari broken home juga dapat menimbulkan rasa putus asa, rusaknya hubungan orang tua-anak, dan juga ada yang memilih untuk mengakhiri hidupnya hal ini lah yang dapat membuat pikiran terus menerus terhadap anak yang Mengalami broken home sehingga dapat membuatnya stres berkepanjangan yang Mengarah kepada mental anak yang tidak sehat (Sigiro, Alexander, dan Al-ghifari 2022).
Di lain pihak, anak juga mengalami frutasi sebagai dampak dari broken home seperti terbatasnya interaksi dengan orang lain, meluasnya kondisi kesehatan mental ke situasi terisolasi, dan ketenangan anak, kehilangan kepercayaan untuk bersosialisasi di lingkungannya dukungan sosial merupakan bantuan yang diterima individu dari jaringan sosialnya, yang memiliki dampak signifikan pada individu tersebut.
Dukungan sosial dapat meliputi dukungan emosional, penghargaan, instruksional, dan informatif. Dukungan ini berasal dari orang-orang terdekat dalam lingkungan individu, seperti orang tua, pasangan hidup, sahabat, rekannya, dan lingkungan sosial lainnya. (Atta, 2021).
Melalui dukungan sosial dari lingkungan sekitar, seperti keluarga dan masyarakat, anak-anak dari keluarga broken home dapat merasa didukung, aman, dan termotivasi untuk Mencapai potensi penuh mereka.
Mereka dapat menemukan kepercayaan diri dan mengembangkan pola pikir yang positif, sehingga dapat menghadapi hidup dengan lebih Baik. Selain itu, merasa memiliki tempat untuk kembali dan mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar juga dapat membantu mereka merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya.
Dukungan sosial dari keluarga besar memiliki dampak yang signifikan bagi perkembangan anak, karena keluarga dari pihak ibu dan ayah biasanya memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang kebutuhan dan kondisi anak. Dukungan emosional, instrumental, dan informasional seharusnya menjadi prioritas utama yang diberikan oleh keluarga besar setelah orang tua anak.
Faktor penyebab broken home bisa berasal dari dalam keluarga itu sendiri, seperti kurangnya komunikasi, sikap egois, masalah ekonomi, kesibukan, rendahnya pemahaman dan pendidikan, serta gangguan pihak ketiga. Selain itu, dukungan sosial juga sangat penting bagi anak-anak dari keluarga broken home, karena dapat membantu mereka mengatasi trauma dan kesulitan psikologis yang mungkin dialami.
Dukungan sosial dapat Berupa dukungan emosional, apresiasi, instrumental, dan informasional yang diberikan oleh orang-orang di sekitar individu yang memerlukannya.
Empati, norma dan nilai sosial, serta pertukaran sosial juga merupakan faktor yang mendorong pemberian dukungan sosial kepada anak-anak broken home.
Seorang anak yang mendapatkan keluarga yang jauh dari kata harmonis, kurangnya perhatian orang tua, komunikasi yang kurang baik, atau bahkan perlakuan orang tua yang menyakiti fisik seorang anak sudah cukup mengguncangkan mental/psikisnya.
Maka dari itu, Peran dukungan sosial sangat berpengaruh pada perkembangan sang anak, terutama anak Dari keluarga broken home. Dukungan yang mengajarkan hal-hal positif dapat menumbuhkan kepercayaan diri pada anak dan meyakinkan dia bahwa masih ada masa depan yang harus ia capai/***.
***Penulis : Johanes Daud Ngai/ Mahasiswa semester 1 IFTK Ledalero
Editor : Redaksi













