Dukungan Sosial dari guru dan konselor dapat membantu anak untuk mengatasi masalah akademik dan emosional yang mungkin muncul akibat broken home. Jenis dan kualitas dukungan sosial yang diterima anak dapat memengaruhi efektivitas dukungan sosial tersebut dalam membantu anak mengatasi trauma broken home.
Dukungan emosional, seperti mendengarkan, Memahami, dan memberikan perhatian, umumnya lebih efektif daripada dukungan instrumental, seperti memberikan bantuan materi atau menyelesaikan masalah. Dukungan Sosial yang berkualitas tinggi, yang diberikan secara konsisten dan berkelanjutan, juga lebih efektif daripada dukungan sosial yang berkualitas rendah. Temuan penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki peran penting dalam membantu individu untuk mengatasi trauma.
Dukungan sosial dapat membantu individu untuk merasa terhubung dengan orang lain, meningkatkan self-esteem, dan mengembangkan coping skills. Dukungan sosial juga Dapat membantu individu untuk memproses pengalaman traumatis dan membangun resiliensi. Penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting untuk intervensi.
Pertama, intervensi untuk anak-anak broken home harus fokus pada memperkuat dukungan sosial yang diterima anak. Intervensi ini dapat melibatkan orang tua, keluarga, teman, guru, dan konselor.
Kedua, intervensi harus disesuaikan dengan kebutuhan individu anak. Intervensi Yang efektif untuk satu anak mungkin tidak efektif untuk anak lain.
Ketiga, intervensi harus Diberikan secara berkelanjutan. Dukungan sosial yang konsisten dan berkelanjutan sangat penting untuk membantu anak mengatasi trauma broken home.
Penyebab Broken Home
Faktor penyebab broken home bisa datang dari luar dan juga dari dalam, namun jika faktor dari dalam berhasil diatasi maka faktor dari luar sebenarnya bisa dikendalikan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan broken home terdiri dari kurangnya komunikasi, egosentris, ekonomi, kesibukan, serta pihak ketiga dan lain sebagainya.
Banyak kasus broken home yang terjadi pada rumah tangga seseorang akibat dari perceraian yang disebabkan oleh faktor eksternal maupun internal. Terjadi pertengkaran antara laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga, akibatnya perceraian menjadi pilihan terbaik bagi mereka tapi tidak baik bagi anak mereka yang berdampak pada turunnya prestasi belajar anak, karena tidak adanya dukungan dan perhatian terhadap perkembangan akademik anaknya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya













