OPINI-Perceraian orang tua atau broken home merupakan salah satu peristiwa traumatis yang dapat memberikan dampak negatif pada anak, terutama dalam aspek emosional dan perkembangan psikologis. Dampak ini dapat berupa perasaan sedih, cemas, marah, kesepian, dan rendah diri. Anak-anak dari keluarga broken home juga berisiko lebih tinggi mengalami masalah perilaku, kesulitan belajar, dan masalah kesehatan mental.
Di tengah situasi demikian, dukungan sosial menjadi faktor penting yang dapat membantu anak-anak broken home dalam mengatasi trauma dan membangun resiliensi. Dukungan sosial dapat berasal dari berbagai sumber, seperti orang tua, keluarga, teman, guru, dan komunitas.
Broken home merupakan situasi dan kondisi keluarga yang di dalamnya tidak lagi ditemui keharmonisan sebagaimana yang diharapkan banyak orang. Rumah tangga yang aman, damai, dan sejahtera tidak lagi ditemukan karena pertengkaran yang tidak menemukan titik temu perdamaian antara suami dan istri.
Kasus perceraian juga bisa disebutmerupakan contoh nyata dari “broken home”. Akibatnya dengan sendiri sangat berpengaruh pada hubungan orang tua dan anak, baik dari segi komunikasi, mental, psikis dan pendidikan Anak.
Akibat broken home juga sangat berpengaruh pada lingkungan sekitar. dan kebahagiaan bisa terjadi ketika komunikasi antara anak dan orang tua dapat terjalin dengan baik. Sedangakan dalam kasus broken home sendiri komunikasi antara orang tua dan anak sangat minim dapat terjalin dengan baik.
Hasil penelitian yang didasarkan pada pola komunikasi antara orang tua dan anak dalam keluarga yang broken home ialah dikarenakan kegoisan maupun kesibukan orang tua yang sudah bercerai sehingga hal demikianlah yang dapat menyebabkan kurangnya perhatian orang tua kepada anak dalam hal kebutuhan psikologisnya.
Anak korban broken home memiliki penyesuaian diri lebih lemah daripada anak-anak dengan keluarga lengkap.
Hal ini ditandai dengan berbagai masalah yang ditimbulkan anak, mulai dari masalah akademis, penyimpangan perilaku, anti sosial, kecemasan berlebih hingga menyebabkan anak mengalami depresi. Salah satu aspek yang dapat meningkatkan individu yang lebih baik pada anak broken home adalah dukungan sosial.
Dimana lingkungan sosial memberi dukungan dan ruangan kepada anak untuk mencapai kesejahteraan ylang tidak ia dapatkan di rumah. Dukungan yaang dimaksud ialah tidak memperlakukan beda, tidak menjauhinya dan selalu melakukan pendekatan yang positif agar dapat memberikan dampak yang positif pula.(Prameswari dan Muhid 2022)
Dukungan sosial yang dilakukan secara terus menerus oleh masyarakat luas dapat memberiakan dampak positif pada kesehatan mental anak.
Dukungan sosial memiliki peran penting dalam membantu anak-anak yang mengalami broken home untuk mengatasi trauma. Dukungan Sosial yang diterima anak dapat berasal dari berbagai sumber, seperti orang tua, keluarga, teman, guru, dan konselor. Dukungan sosial yang diterima anak dari orang tua sangatlah penting.
Orang tua yang memberikan dukungan emosional dan instrumental kepada anak dapat membantu anak untuk merasa dicintai, dihargai, dan aman. Dukungan sosial dari keluarga dan teman Juga dapat membantu anak untuk merasa diterima dan memiliki rasa belonging.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya













