ENDE, NTT INVESTIGASI.COM– Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nusa Tenggara Timur (NTT) baru saja menyelesaikan Konferensi Daerah (Konferda) VI yang membuahkan gebrakan kepengurusan baru untuk periode 2025–2030.
Keputusan krusial datang langsung dari Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Melalui surat keputusan yang dibacakan di Hotel Harper Kupang, Jumat, komposisi elite partai di NTT resmi dirombak. Yunus H. Takandwa dipercaya sebagai Ketua DPD PDIP NTT, didampingi Patris Lali Wolo sebagai Sekretaris.
Salah satu nama yang mencuri perhatian dalam struktur baru ini adalah figur sentral dari Kabupaten Ende: Fransiskus Taso, yang akrab disapa Fery Taso.
Ketua DPRD Ende yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Kabupaten Ende selama beberapa periode ini, kini “naik kelas” dan dipercayakan mengemban tugas di tingkat provinsi sebagai Wakil Ketua Bidang Perekonomian DPD PDIP NTT.
”Ya tentu, sebagai kader saya patuh dan siap menerima tugas baru dari Ketua Umum dan DPP,” tegas Fery Taso saat dihubungi media ini.
Pindah tugasnya Fery Taso ke Kupang menciptakan “kursi panas” yang kini kosong di Kabupaten Ende.
Posisi strategis sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Ende otomatis harus segera diisi.
Terkait itu, yang dihimpun dari internal partai memberikan sinyal kuat yang mengejutkan: kursi Ketua DPC PDIP Ende akan ditempati oleh seorang pejabat publik terkemuka di Kabupaten Ende.
Meski identitas kandidat elite ini masih dirahasiakan oleh para kader, sinyal bahwa tampuk kepemimpinan DPC akan dipegang oleh seorang pejabat publik menunjukkan ambisi PDIP Ende untuk memperkuat cengkeraman politiknya melalui kolaborasi antara legislatif/eksekutif dan partai.
Semua mata kini tertuju ke DPP PDIP, menunggu siapa yang akan menerima mandat resmi untuk memimpin Banteng Moncong Putih di Kabupaten Ende/***.
Penulis : Teja Rango
Editor : Redaksi













