Selain itu, pemerintah bisa menggalakkan inisiatif koperasi atau usaha bersama untuk menciptakan ekonomi yang mandiri di tingkat komunitas. Di banyak negara seperti India dan Kenya, program serupa telah terbukti mengurangi ketergantungan pada bantuan dan meningkatkan kemandirian ekonomi lokal.
Strategi Kebijakan untuk Mendukung Pemberdayaan Ekonomi
- Diversifikasi Program Bansos: Selain bantuan tunai, pemerintah harus menawarkan program pelatihan keterampilan, akses ke permodalan, dan pengembangan usaha berbasis komunitas.
- Kolaborasi Multisektor: Pemerintah perlu bekerja sama dengan sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil untuk menciptakan solusi inovatif, seperti akses ke pasar digital dan pendampingan usaha kecil.
- Fokus pada Pendidikan: Program pemberdayaan harus mencakup pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, seperti keterampilan agribisnis di daerah pedesaan.
Evaluasi Dampak: Menciptakan Tolok Ukur yang Komprehensif
Untuk memastikan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi, pemerintah perlu mengembangkan sistem evaluasi yang lebih terukur dan komprehensif. Sebagai contoh, Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2021 berhasil mencapai penurunan angka kemiskinan sebesar 1,2% di kalangan penerimanya.
“Data ini penting sebagai tolok ukur awal, namun diperlukan evaluasi berkala untuk mengidentifikasi peningkatan kemandirian ekonomi dan mengukur penurunan ketergantungan pada bansos secara keseluruhan. Dengan data ini, pemerintah bisa menyesuaikan program secara dinamis agar tetap relevan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat”.
Peran Data dalam Perumusan Kebijakan
Pemanfaatan data real-time sangat penting untuk mengidentifikasi kelompok rentan dan mengevaluasi dampak program bansos secara efektif. Sistem data berbasis digital seperti Single Identity Number dapat menjadi alat untuk memastikan keakuratan penerima manfaat dan mengurangi ketimpangan akses.
Langkah ke Depan: Kebijakan Bansos yang Berkelanjutan
Untuk memastikan kebijakan bansos yang berkelanjutan, pemerintah harus memperkuat beberapa aspek penting. Pertama, akurasi dan pemutakhiran data penerima manfaat harus lebih ditingkatkan. Menurut laporan BPS 2022, masih terdapat sekitar 12% kesalahan data penerima bantuan yang berpotensi mengurangi efisiensi program. Sistem data yang terintegrasi dan berbasis digital, seperti yang diusulkan dalam Single Identity Number untuk penerima manfaat, sangat penting agar program-program bantuan bisa lebih tepat sasaran dan efisien.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya













